Sabtu, 10 Maret 2012

cerpen karyaku :) . share about my short story . hopeless


Akhir Penantian
Matahari malu-malu untuk menunjukkan senyumnya.Mungkin ia lebih senang bersembunyi di balik gumpalan awan hitam.Sementara hembusan angin musim hujan menghempas dedaunan basah dari ranting-ranting pohon hingga beberapa di antaranya menerpa tanah.Bunyi gemerisik hembus angin yang kuat seolah tidak mampu meramaikan suasana sunyi di hatiku kini.Pohon-pohon yang tertiup angin hanya bergoyang dan melambai tanpa makna.Rintik hujan pagi itu membuat suasana hatiku menjadi terasa lebih dingin dan tidak pernah ku tahu akhir penantianku.
Kulayangkan pandanganku menyusuri semua hal yang baru yang ada di sekelilingku.Rumah baru,lingkungan baru,dan semuanya terlihat menyenangkan.Kutarik nafas panjang-panjang untuk memenuhi paru-paruku yang seakan langsung jatuh cinta pada segarnya udara baru di sekitarku ini.Inilah rumah baru kediaman keluargaku,kawasan dengan pemandangan yang sangat indah dan udara yang luar biasa segar.
Frisca,,,!!!!
Terdengar suara yang memanggilku dari ruang tengah,membangunkanku dari lamunanku. Aku berlari menuju ruang tengah,menghampiri mama. Ku lihat ia sedang menata barang-barang yang tesimpan dalam kardus.Aku alihkan pandanganku ke sekeliling ruangan tengah.Rumahku terlihat sangat berantakan,tak ada satupun barang yang tertata rapi.Pantas saja,karena aku baru saja pindah rumah dari kota Jakarta .Kini aku tinggal dikota hujan “Bogor”.Di sebuah rumah yang tak terlalu mewah,namun aku merasa nyaman di sini.Jauh dari keramaian kota,jauh dari hiruk pikuk kepenatan,dan yang terpenting dalam hidupku,aku ingin melupakan semua kenangan tentang dia..DION.
 “Hey,,ca !! ngapain lo di situ ??? bukannya bantuin,,tapi malah bengong”,Seru kakakku dengan mata melotot.
“Hmm..males ah kak !! pengen bobok aja !!”,sahutku mengeluh
            Kak Gilang menatapku dengan wajah ganasnya.Mungkin dia sudah terlalu lelah.
“Ca,,kamu bantuin kakakmu ya,,mama mau bersihin kamar ayah”,ujar ibuku.
            Aku mengangguk.Tak ayal aku kan menolak perintah mama.Segera aku mengambil sapu di sudut ruang tengah.Sepintas ku lihat wajah kakakku terlihat senang.Mungkin ini yang dia harapkan.Melihat adiknya kerepotan.huft.
            “Haha...syukurin..!!,sekarang dapet kerjaan dari ibu juga kan lo..!! ,ujar kakakku meledek.
            “Huft..males banget..!!!”, ujarku.
            “Ehm,,lo jangan males terus ca.!!Inget,,bentar lagi lo kan SMU.Tanggung jawab lo ama seragam putih abu-abu lo.” Ujar kakakku seraya menasihati aku.
            “Bener gag sih kak ,,masa-masa SMU itu masa yang paling indah ?” tanyaku penasaran
            “Ea,,tergantung..tergantung lo ngejalaninnya..”jawab kakakku cuek
            Di dalam benakku,tersirat berjuta rasa penasaran.Ingin rasanya aku menikmati masa-masa SMU.Bertemu dengan  kawan-kawan baru.Namun,sekejap pula aku teringat “Cindy” sahabatku  yang tinggal di Jakarta.Hah…berat rasanya meninggalkan dia.Kami sudah sangat sering melakukan banyak hal bersama,bahagia,tertawa,bercanda,bahkan menangis bersama.Yah..mau gimana lagi.Ayah pindah kerja di Bogor,jadi mami,aku,dan kak Gilang harus ikut pindah ke rumah ini.
            “drrrt..drrrrtt” 
            Hpku bergetar,,tanda ada inbox di hpku.
            Ku lihat layar LCD hpku,,,
Message from:Cindy
            “hay ca..!! ap kbar lo ??? gmn rmah baru di bogor ???
            Wajah cemberutku telah berubah menjadi wajah yang penuh dengan senyuman setelah membaca pesan dari sahabatku.Segera ku letakkan sapu yang ada di genggamanku.Ku berlari ke lantai atas menuju kamarku.Aku ingin segera membalas pesan dari sahabatku.
            “Hey,,Lo mau kemana ??? bersihin dulu ni lantai !!!”teriak kakakku
            Dari kejauhan,aku menjawab
            “Mau ke kamar...ngantuk..!!dada...hhehehe..
            Aku berlari menuju ke kamar tanpa mempedulikan teriakan kakakku yang tak rela aku meninggalkannya membersihkan ruang tengah tanpa aku.Dari kejauhan,ku lihat dia masih membersihkan ruang tengah.dia sunguh rajin.Di balik ketampanan dan kekharismanya.Tak ayal,banyak wanita yang rela antre untuk menjadi kekasihnya.

Brukkk...
            Ku hempaskan tubuhku di ranjang bersprei warna pink.Ku mulai mengetik tombol di hpku seraya akan membalas pesan dari Cindy.
            To:Cindy
            “hay jg,,!!Kabar gue baek,,lo gmn ?? di sini nyenengin banged cin,,gue happy d sni..ea wlaupun sring ujan,,^_^
5 menit kemudian
            Drrrt…drrtt                                                                                                         
            Hpq kembali bergetar.Ku pastikan itu pesan dari cindy.Ku lihat layar hpq.Ternyata dugaanku benar.
            Message from:Cindy
            “ea..syukur deh,,gue jg baek,,Inget janji kita ea,,,Best Friend Forever !!!
            Wajahku kembali menampakkan senyuman.Aku senang tak terbayang.Walaupun ragaku dan dia kini terpisah jauh ,namun ia masih selalu ada di sampingku.Semoga tuhan mempertemukan kita kembali kelak di kemudian waktu.
Tok..tok..tok..
            Suara ketukan pintu dari luar kamarku.Ku tersentak dan ku terbangun dari kasurku.Ku buka pintu perlahan dan kudapati mamaku dengan pakaian rapi.Ia tampak seperti Monalisa dengan paras ayunya.
            “Frisca..jangan lupa nanti temani ibu berkunjung ke tetangga sebelah ya !” seru ibuku.
            “iya mom..!” jawabku dengan riang.
            Saat ini hal yang benar-benar belum kuketahui adalah para tetanggaku,bagaimana rupa mereka,dan bagaimana sifatnya.Satu hal,aku ingin memiliki tetangga yang ramah dan bersahabat.
            “Perkenalkan,kami keluarga baru yang tinggal di rumah depan,”ucap mamaku memperkenalkan diri pada ibu muda yang rumahnya kami kunjungi.
Ia mempersilahkan kami masuk bahkan menjamu kami dengan sangat baik.Rumahnya tertata dengan sangat apik sekali,sama sekali tidak terlihat ada hal yang tidak bagus pada rumahnya.Oh ya,ini adalah rumah ke-7 yang sudah kami kunjungi hari ini,dan aku harap ini rumah terakhir yang ingin mama kunjungi.Sebab kalau aku mengikuti antusiasme mamaku,sepertinya kami baru akan berhenti setelah seluruh rumah di sekitar sini sudah kami kunjungi.
***
            Keesokan harinya aku bangun kesiangan.Oh..no.Aku lupa menghidupkan jam bekerku.Hari ini hari pendaftaranku  di SMA 12 Bogor.Namun,sayang aku tak dapat ikut mendaftar.Pagi ini,mamaku pergi di temani kak Gilang untuk mengurus pendaftaran di sekolahku yang baru.
            Merasa bosan sendiri di rumah kuputuskan untuk berjalan-jalan ke luar sebentar.Dengan berpakaian sesantai mungkin,aku melenggang menyusuri jalan yang kupilih secara asal saja.Tidak berapa lama,jalan yang kupilih ini berujung pada sebuah lapangan basket yang saat ini tengah dirayapi kerumunan.Ketika aku mendongak,aku melihat sebuah spanduk besar bertuliskan”Tournament Basket Ball”dilekatkan pada gapura di muka lapangan.Merasa tertarik,kuputuskan untuk melihat-lihat keramaian tersebut.
            Setelah kuperhatikan beberapa saat,belum satupun dari sekian banyak kerumunan yang ada,yang sudah kukenal.Semuanya masih tampak begitu asing,aku pun tak mengenal satupun pemain basket yang sedang bertanding di lapangan itu.Semua benar-benar pandangan semu,namun itu tidak membuatku merasa kikuk.
            Ketika aku sedang  memperhatikan jalannya pertandingan,seseorang menyapaku dengan sangat ramah.
“Hay,,???”sapanya dengan senyum
            Aku lantas mengalihkan pandanganku pada arah datangnya suara.
            “eh,,hay juga!!!”jawabku dengan sedikit kikuk karena disapa begitu ramah.
Ternyata orang yang menyapaku ini seumuran denganku.Seulas senyum turut menghiasi wajahnya ketika ia menyapaku.Dia tampak begitu ramah.Dia menjulurkan tangan kanannya dan seraya ingin bersalaman denganku.
            “Kenalin aku Aleya,,,kamu orang baru iya di sini ?” tanyanya padaku
            “iya,,aku baru saja pindah dari Jakarta,,kenalkan juga namaku Frisca..”jawabku dengan memberi  seulas senyuman padanya dan membalas uluran tangannya.
            Begitu aku mengenalinya,aku langsung mendekatinya dengan perasaan lega karena akhirnya aku merasa memiliki seseorang di tengah keramaian ini.
            Kamipun berbagi cerita bersama.Hingga akhirnya  kami semakin akrab dan akhirnya kami bersahabat.Setelah pertandingan usai,Kami  pulang bersama, menyusuri jalan yang sama pula.Pantas saja,karena rumahku dan Aleya bersebelahan.
            Sore itu terlewati dengan tembang manis di hatiku dan di hati Aleya.Akhirnya aku menemukan sahabat baru di sini.namun,itu  tak membuatku akan melupakan Cindy.Cindy tetaplah menjadi Sahabat yang terbaik dalam hidupku.Karna bagiku,sahabat sejati akan selalu ada di saat kita suka maupun duka.Tak jarang-jarang aku mengirim pesan via sms dan facebook untuk menanyakan kabar dirinya dan berbagi cerita dengannya.
***
            Telepon di rumahku berdering.Aku yang sedang membersihkan kamar segera berlari ke luar.Namun,sewaktu aku hendak ke ruang tengah,ternyata aku melihat papa tengah bercakap-cakap di telepon.Terpaksa aku kembali masuk ke kamarku,akan tetapi.
            “Ca,ada telepon buat kamu!”ujar papa menahan langkahku.
            Ku dekati ayah,dan mengambil ganggang telepon di atas meja berwarna merah.Aku tak tahu siapa yang meneleponku,mungkinkah Aleya ??
            “Hallo!Selamat pagi….”,ujarku.
            “Eh,Frisca kan ???”terdengar suara manja di seberang sana.
            Aku sedikit mengerutkan kening karena tak begitu hafal dengan suara manja itu.
Iya..ini siapa ?”tanyaku heran.
            “Ah,,lo gimana sih ? Ini Aleya ..”
            “Oh,Aleya..!hehe sorry…!Ada apa ley ??? kok tumben telepon ?”tanyaku agak gembira.
            “Ehm,,ntar sore ada pesta ultah temen gue.Lo ikut gue ya ,,gue mau kenalin lo ke dia..rumahnya di depan rumah lo..”
            “what ??? gue malu ley “
            “Udah deh,, lo ikut iya ??”pliss!!”sahut aleya setengah menggoda.
            “oke dech..ya ya ya..!”aku menutup horn telepon pada tempatnya.
 Aku melihat kearah luar lewat sebuah jendela.Dan ku lihat rumah yang tampak mewah di depan rumahku.Rumah itu adalah rumah yang pernah aku dan mama kunjungi paling terakhir.Mungkinkah rumah itu yang dimaksud Aleya.
Akhirnya sore itu aku datang juga menghadiri pesta.Tante itu sendiri  yang membukakan pintu dan mempersilahkanku masuk dengan sopan.Sepintas aku tidak melihat keramaian apapun di rumah besar itu,sampai ia mengajakku ke bagian belakang rumahnya.Di sana ada kebun yang sangat luas,yang kini lengkap sudah dengan seluruh pernak-pernik pesta yang membuatnya tampak lebih semarak.
Setelah mengantarkanku pada keramaian pesta, tante itu menarik diri untuk menyambut tamunya yang lain.Setelah aku ditinggal sendirian baru kusadari kalau aku ternyata  belum menanyakan tentang anaknya yang saat ini berulang tahun,ditambah lagi tidak seorangpun yang hadir di pesta ini yang sudah kukenal. Kalau begini jadinya bagaimana aku bisa mengucapkan selamat ulang tahun padanya. Berulang kali ku mencoba menghubungi ponsel Aleya,namun tidak ada jawaban.Aku semakin bingung,apa yang harus aku lakukan di tempat ini.
Di tengah rasa kesendirianku yang  tiba-tiba di pesta itu,sekilas kudengar seseorang memanggil namaku.
“Frisca...Frisca...sini!”teriak seorang anak perempuan seraya melambaikan tangannya padaku.Wajahnya tampak familiar.Dari suaranya aku mengenalinya,dia adalah Aleya.
Aku langsung mendekatinya dengan perasaan lega karena akhirnya aku merasa memiliki seseorang di tengah keramaian ini.
“Hey Ley!”Ke mana aja sih lo?”Sapaku ketika sudah menghampirinya.
“Hey juga Frisca,sorry ya gue telat!”eh,elo manis banged.”balasnya sambil  tersenyum melihatku.”
“Thanks...”ucapku agak tersipu.
“Oh ya,lo udah kenal sama Kak Andre belum ?”tanyanya.
“Kak Andre..kalau yang lo maksud Kak Andre itu adalah anak yang saat ini sedang ultah,terus terang gue belum tahu yang mana orangnya.”jawabku sedikit malu,mungkin hanya aku di sini yaang menghadiri pesta ini tanpa mengetahui siapa yang merayakannya.
“Kebetulan kalau begitu.Itu kak Andre,ayo lo bakal gue kenalin ke dia,”ucap Aleya seraya menarik lenganku ke arah seseorang.
“Hey Kak,coba lihat kemari sebentar!Aku ingin memperkenalkan seseorang ke Kakak,”ucap Aleya seraya menepuk bahu seseorang.Kemudian anak yang dipanggil Kak Andre memalingkan wajahnya ke arah kami.
Dengan perasaan yang sangat senang karena aku dapat memiliki teman baru.Aku lantas mengulurkan tanganku kepadanya.Ia pun membalas uluran tanganku dan memandangku dengan ke dua bola matanya yang berwarna coklat.Ia menanyakan siapa aku dan akhirnya kami saling mengenal.Rupanya Kak Andre adalah siswa di SMU 12 Bogor.Tempat di mana nantinya,aku akan bersekolah.Kini,Kak Andre duduk di bangku kelas 2 SMU.
Aleya kemudian menceritakan banyak hal tentang aku pada Kak Andre.Dan tatapan mata Kak Andre tidak lepas dari wajahku.Ia selalu memperhatikanku.Beberapa kali pandangannya bertemu dengan pandanganku,kamipun tersipu malu.
***
Hari ini cuaca cerah sekali.Hari ini hari pertama aku mengikuti MOS (Masa Orientasi Siswa) di sekolah baruku SMU 12 Bogor.Aku dan Aleya berangkat ke sekolah bersama menaiki Angkot.Setibanya di sekolah,lagi-lagi aku merasakan semua tampak begitu asing.Belum satupun dari sekian banyak siswa yang ada,yang sudah kukenal.
Orang bilang,masa SMU adalah masa yang paling indah.Masa di mana seseorang remaja mencari jati dirinya.Bagi kaum cewek,masa itu adalah masa di mana seseoramg remaja mencari cinta sejati,cinta yang berusaha untuk memberi tanpa ingin meminta,menyayangi tanpa ingin menyakiti,dan mencintai tanpa ingin menguasai.
Aleya tersenyum membaca tulisan tanganku yang ia ambil dari ranselku.
“Ini bener hasil pikiran elo sendiri Ca ?”Aleya menyelidik,aku mengangguk mantap.
“Ya iyalah ley..masa’ ya iya dong !”Masa sih gue jiplak punya elo.Elo mana bisa buat kata-kata romantis seperti ini.
“Ehm..ngomong-ngomong lo pengen punya pacar kayak siapa sih Ca?”
Belum sempat,aku mengatakan sepatah kata pada Aleya.Tiba-tiba Bel tanda masuk berbunyi.Aleya adalah sahabatku,namun ia tak pernah tahu tentang asmaraku.Akupun tidak pernah menceritakan tentang asmaraku padanya.Suatu saat,dia pasti akan tahu,bahwa selama ini aku menginginkan kekasih sepeti sosok seorang Dion.”my first love”..Aku masih berharap kelak ia dapat menjadi kekasihku.Ku memang pernah mencoba untuk melupakannya,namun aku tak pernah bisa.
Di halaman tengah yang luas dan dengan pemandangan yang tampak begitu indah.Para senior telah berbaris rapi,begitu pula aku dan junior lainnya.Kini saatnya para senior menjalankan tugasnya untuk mengorientasi para juniornya.
Dari kejauhan aku melihat seorang senior,dia Kak Andre.Ia terlihat sangat tampan dengan postur tubuhnya yang tinggi.Namun,tiba-tiba tatapan mataku tak dapat lepas dari sosok seseorang yang wajahnya tak asing lagi di mataku.Setelah beberapa lama aku memandanginya dari kejauhan.Wajahnya benar-benar familiar di mataku. Ku bertanya-tanya dalam hatiku .Apakah dia Dion ?”Oh..my God..jika memang benar dia Dion,mengapa Tuhan mempertemukan aku dengan dia kembali ?.Aku takut kelak rasa cintaku ini bersemi lagi untuknya.Aku takut untuk mencintainya.Namun,aku tak bisa mengelak bahwa aku terlalu mencintainya.”
Pandanganku menerawang,Aleya jadi bingung sendiri.Ia melambaikan tangannya tepat di wajahku.Akupun terkejut dan bangun dari lamunanku.
“Hey... ca!”Lo ngelamun ya ?” Aleya heran melihatku.
“Hmm..gak kok.”Aku menggeleng.”Gue tadi Cuma....”Aku sengaja membohongi Aleya.Namun sampai kapan aku harus menyimpan ini semua.Suatu saat,pasti aku akan menceritakan hal ini pada Aleya.
“Cuma apa ?Kayaknya ada yang lo tutupin dari gue.Kenapa lo gak terbuka aja sih ?Inget Ca..kita ini sahabatan ..kita gak boleh tertutup kayak gini..kita harus saling terbuka satu sama lain..”Aleya berkata sambil menyunggingkan senyum.
“Iya Ley..!!”gue bakal ceritain ini semua ke lo.Ntar malem lo nginep di rumah gue ya ..”Aku berkata sambil menyunggingkan senyum pula pada Aleya
“Okey..!!”aleya terlihat girang.
“Hey..kalian berdua ngapain di situ ?”terdengar suara di belakang aku dan Aleya.
Aku dan Aleya memutar badan ke arah datangnya suara.Begitu aku memalingkan wajahku ke arahnya,spontan aku terkejut.Rupanya seseorang yang memanggilku itu,adalah Dion.Jantungku berdegup begitu cepat dan keras saat ia ada di dekatku.Oh..my good!.Dia tak banyak berubah,masih seperti dulu.Ia masih terlihat jaim (jaga image) namun hal itu yang membuatku tak bisa melupakannya.Saat dia menatapku,rupanya ia sama sekali tak mengingatku.Mungkinkah dia hanya berpura-pura tak mengenalku.
“Eh..kalian ngapain bengong ?”gertaknya padaku dan Aleya.
“Maaf kak..”jawabku dengan Aleya bersamaan.
“Kalian ini bego ya ?Lihat itu teman-teman kalian.Mereka udah mungutin sampah di taman belakang dari tadi.Kalian malah asyik-asyikan ngobrol di sini.”Ia berkata seraya menghardik.
“Ampun kak..Maafkan kita kak..Kita janji gak akan ngulangi kesalahan ini lagi”jawabku dan Aleya
“ya udah..cepat kalian ke taman belakang sana!”dia berkata acuh.
Aku tak bisa mengelak.Peraturan selama MOS ini,Semua perkataan senior adalah kewajiban yang harus dijalankan junior.Aku hanya bisa menuruti semua perkataan senior.Aku dan Aleya berjalan menuju taman.Dalam hatiku,aku masih bertanya-tanya.Mengapa ia tak mengenaliku ? akankah dia telah melupakanku ?
***
Teet..teet..teet...
Bel tanda pulang berbunyi.Hore...rasanya seperti kembali masuk surga.Setelah berjam-jam aku merasakan hidup di neraka.yah..inilah MOS.Bagaikan di kurung dalam neraka.Mungkin lebih baik dikurung dalam kandang daripada harus dikurung dalam neraka.
Huff..aku menghempaskan tubuhku di atas kasur kesayanganku.Hari ini aku lelah sekali.Aku masih memikirkan Dion.Entah mengapa hal itu mengganggu pikiranku sekarang.Aku jadi tidak mengantuk padahal tadi aku merasa lelah sekali.Aku jadi ragu-ragu.Apa benar di telah melupakanku.Tapi semakin aku memikirkannya aku malah jadi semakin pusing.
Malam itu juga,Aleya menepati janjinya untuk bermalam di rumaku.Seperti biasa,langsung aja ia nyelonong masuk ke kamarku dan apa yang dilihatnya di kamar tuh betul-betul membuatnya keheranan.
Siapakah “jiwa ini” ? Bersenandung dalam lagu bisu ?
Bersyair dalam sajak semu ?
Siapakah “raga ini” ?
Menari dalam kebekuan..Berjalan dalam kelumpuhan
Siapakah “hati ini” ?
Mencintai apa yang telah pergi
Siapakah “diri ini” ?
Menyesal dalam ketidakberdayaan..Menangisi ketidakadilan
Siapa....siapa....?
Aleya tersenyum membaca sajak puisi yang aku tempelkan di dinding kamarku.Ia heran menatapku.
”Sebenernya,lo kenapa sih Ca ?”tanya Aleya dengan penuh penasaran
Akupun tak bisa mengelak,kini ku harus menceritakan semua tentang Dion kepada Aleya.Sambil merebahkan tubuhku di atas ranjang.Aku mulai bercerita kepada Aleya.
“hmm..lo percaya enggak sama cinta pertama ?”
“iya..percaya sih.!cinta pertama emang sulit banget buat di lupain”emang siapa sih cinta pertama lo ?”tanya Aleya penuh penasaran.
“Dion..!”aku menjawab dengan nada lirih.
“What ? Senior kita yang super jaim itu ?kok bisa sih ca ?”
“Semua berawal waktu gue duduk di bangku kelas 2 smp.Gue belum pernah ngerasain namanya jatuh cinta.Gue sendiri juga bingung,apa arti sebuah cinta ?.Awalnya,gue Cuma ngefans Dion,tapi tiba-tiba semua berubah jadi rasa sayang.”
“Dion adalah senior yang cukup terkenal sewaktu ia masih duduk di bangku kelas 3 SMP.Banyak cewek-cewek yang berharap menjadi kekasihnya.Jujur saja,gue gak bisa memungkiri sejuta pesona hadir dalam dirinya.Gue ngerasa melambung jauh,saat gue menatap wajahnya.Merasa damai dan tentram jika menatap wajahnya.Dan bertemu dengannya di sekolah adalah kesalahan yang terindah.Sangat indah.Tapi,bahkan,kami belum saling mengenal.Is That Love ?
“Gue gak nyangka bakal satu organisasi bareng dia di OSIS pas gue SMP.Gue tukeran nomer Hp sama Dion.Sejak saat itu,gue sering SMS-an sama Dion.Dion teman yang sangat menyenangkan.Selalu ada aja joke-joke segar yang dia kirim ke HP gue.Perkenalanku dengan Dion merupakan kebahagiaan tersendiri yang sangat istimewa dalam hidupku.”
“Gue juga gak nyangka,Dion bakal ngasih harapan cinta yang besar ke gue.Diam-diam gue mulai suka sama si Dion.Kita sering jalan bareng,walaupun di antara kita gak ada status hubungan yang spesial.”
“Pas mau ngedeketin kelulusan.Gue bener-bener gak nyangka.Ini di luar dugaan gue.Dion nyatain cintanya ke gue.Di saat itu gue nangis,ternyata selama ini dia ngerasain apa yang gue rasain.Belum sempet gue nerima dia,dia udah menghilang entah ke mana.Nomer Hpnya juga udah gak aktif.Itu yang gue sesali kenapa dia ngasih harapan yang besar ke gue.Sedangkan dia dengan semudah itu ninggalin gue.Sejak kejadian itu,gue jadi anak yang pemurung ‘n suka ngelamun.Gue bener-bener ngerasa ada jiwa yang hilang dalam hidup gue.Tiap inget kejadian itu,gue ngerasa pengen nangis.”
“Lo gak perlu nyesalin ini semua Ca,!Lo harus bangkit,lo tunjukin ke dia ,kalau lo bisa tanpa dia !Semangat donk Ca...!!!”ujar Aleya memberi semangat padaku.
“Tapi..gue gak pernah bisa bohongin perasaan gue Ley..kalau gue terlalu mencintai dia ..”
“Gue ngerti perasaan lo..Sekarang lo harus mikir masa depan ,,jangan selalu terpaku dengan masa lalu..jalani hidup ini dengan senyuman Ca..”
“Thanks ya Ley..Lo buat gue makin semangat ngejalani hidup ini..”ujarku sambil menyunggingkan senyum pada Aleya
“U are my best friend”..sahut Aleya
“Best friend are forever..!!”jawabku riang .
***
Tiga hari kemudian...
            MOS (Masa Orientasi Siswa) di SMU 12 Bogor telah usai.Kini aku sepenuhnya menjadi siswa SMU dengan seragam putih abu-abu.Akankah cinta sejati akan ku temukan di masa-masa ini.Semoga saja aku dapat menemukan orang yang lebih baik dari Dion.Gumamku dalam hati.
            Saat bel pulang berbunyi.Aleya mengajakku pulang bersamanya,namun aku menolak.Aku masih ingin tetap di sekolah.Akhirnya,Aleya membiarkan aku tetap di Sekolah.
            Merasa kesepian,aku beranjak dari kelasku.Aku membiarkan langkahku ini menyusuri setiap sudut di Sekolah.Hingga akhirnya aku tepat berada di Lapangan basket.Lapangan ini cukup luas,lebih luas dibandingkan dengan lapangan Basket di kompleks rumahku dengan fasilitas yang memadai.Hanya ada satu yang kurang,tak adaorang lain yaang bisa aku ajak bertanding.Karena itu aku putuskan untuk bermain sendiri.
            Setelah satu jam bermain,matahari bersinar semakin terik.Badanku terasa semakin panas.Karena itu aku putuskan untuk berhenti.Aku cari tempat paling teduh untuk beristirahat sejenak.Aku ambil air mineral di ranselku dan meminumnya.Saat ku meneguk air itu.
            Tiba-tiba pandanganku menangkap sosok yang telah kukenal.Secara spontan,aku menyemburkan air yang ada di mulutku tepat di wajah seseorang yang kini ada di hadapanku.Betapa terkejutnya diriku,ketika yang ada di hadapanku adalah Kak Andre.Spontan,aku membersihkan pakaiannya dengan sapu tangan kesayangan yang aku miliki.
            “Maaf kak..aku benar-benar gak sengaja..”ujarku sambil membersihkan bajunya dengan sapu tanganku.
            “Gak apa-apa kok Ca..sini kakak aja yang bersihin baju ini.” jawabnya sambil memegang tangan kananku.Dia memperhatikanku dengan tatapan yang begitu mempesona.
            Merasa ada yang memperhatikanku,aku melepas tanganku dari genggaman tangan Kak Andre.Akupun kembali tersipu malu di buatnya.
            “Heh cewek!!!sudah selesai belum.Kalau sudah lekas pulang sana kami mau pakai tempat ini,”hardik Dion padaku.
            “Hah!!!Apa lo bilang ? memangnya kenapa kalau gue masih ingin di sini hah ?” tandasku balik.Aku jadi kesal dibentak seperti itu.
            “Kehadiranlo mengganggu tahu.Tempat ini sudah cukup sempit tanpa kehadiranlo,jadi sebaiknya kalau lo udah gak ada keperluan lekas pergi dari sini!” jawabnya kesal melihat penolakanku.Entah mengapa aku merasa dia benar-benar benci melihatku ada di sekitarnya.
            “Huh..gak mau.Tempat ini kan cukup luas untuk kita semua.Jangan pikir gue mau nurut ucapanlo,kalau menurutlo tempat ini memang sempit lo aja yang pidah ke tempat lain,”bantahku kesal.Padahal tadi aku memang ingin pergi tapi karena ia membentakku aku jadi ingin membalasnya.,aku ingin membuatnya marah.Mangkanya aku putuskan untuk tetap di sini.
“Sesukalolah!!” balasnya acuh.
            Saat itu aku benar-benar meragukan ketulusan hatinya ketika aku dengannya masih dekat di SMP dahulu,aku menyesal karena telah jatuh cinta padanya,bahkan sampai saat ini.Tapi tak bisa aku pungkiri kalau kehadirannya memang sangat mempengaruhiku.Sampai saat ini pun aku masih percaya kalau sebenarnya dia baik,tapi entah mengapa jadi dingin begini.Tapi untuk sementara pikiran kesal itu terbayar,karena saat ini aku merasa senang bisa melihat Dion di hadapanku lagi.Secara tidak sadar aku menjadi lebih memperhatikannya.Rupanya Dion adalah kapten basket di sekolahku.Dion sedikit lebih tinggi dariku ,dengan kulit yang juga lebih putih.Dia tak bisa dibilang tampan,tapi setiap gerakannya sangat menarik,masih sama seperti di SMP dahulu.Beberapa kali aku tertangkap mata  memperhatikan gerak-geriknya,dan sepertinya ia merasa terganggu.
            Sudah hampir 90 menit mereka serius dengan latihannya.Kini wajah dan tubuh sudah basah oleh peluh dan keringat.Kulihat Kak Andre dan teman-teman lainnya nampak kelelahan,sedangkan Dion,ia hanya marah-marah saja kerjaannya.Sepertinya Dion bertindak sebagai pelatih,tapi selain marah-marah dia tidak melakukan hal yang lain.Nampaknya semua yang dikerjakan teman-temannya sama sekali tidak benar.Ada saja kesalahan yang bisa ia kritik.Dan tidak tanggung-tanggung,kritikan pedas yang ia lontarkan sudah melebihi batas kesabaranku.Aku tidak mampu lagi diam mendengar semua ocehannya terhadap yang lain.
            “Heh Dion !!! Lo jangan keterlaluan.Apa lo gak liat mereka udah latihan abis-abisan.Cuaca udah cukup panas gak usah lo tambahin lagi dengan ocehanlo.”teriakku kesal menuruti kemarahanku.Dion nampak sangat terkejut mendengar perkataanku.Ia langsung mengalihkan perhatiannya padaku dan balik memarahiku.
            “Hey, lo pikir siapa lo berani banged ngritik gue kaya’ gitu ?”tandasnya.”Lo gak usah cerewet deh ‘n gak usah ikut campur ,lo itu bukan siapa-siapa disini,Lo Cuma anak kecil yang gak tau apa-apa.Lo nyadar gak sih,kalau lo itu mengganggu konsentrasi gue latihan.”ucapnya gusar.
            Ucapannya benar-benar membuatku kesal.
            “Lo sendiri apa yang lo bisa ?Lo hanya anak bermulut besar yang arogan.Sejak tadi gue lihat sedikit pun lo gak bermain.Kerjaanlo hanya mengkritik ini,mengkritik itu.Tunjukin dulu permainanlo baru ngomong!”Entah bagaimana kata-kata itu keluar dari mulutku.Sesaat itu kulihat untuk pertama kalinya tatapan Dion benar-benar memusuhiku.Seakan-akan aku telah menyinggung hal yang paling sensitif dari dirinya.Tapi aku sudah gak bisa menahan kata-kataku lagi.
            “Oh atau jangan-jangan lo sendiri sebenernya yang gak bis...”
            Plakkkk...kali ini belum sempat aku menyelesaikan kalimatku sebuah tamparan keras menghantam pipiku.Aku kaget,marah,malu,semua bercampur menjadi satu.Aku bingung setengah mati atas apa yang sudah terjadi.Di tengah kebingunganku,aku tersadar bahwa aku sudah berlari meninggalkan anak jahat itu.seseorang yang pernah aku cinta.Aku menangis sejadinya sambil terus berlari,aku berharap tidak seorangpun dari mereka yang melihat air mataku ini,aku tidak ingin Dion menghinaku lagi dengan panggilan cengeng atau apapun lagi lebih dari ini.Saat ini aku telah benar-benar membencinya.Sangat membencinya.
***
            Keesokan harinya,aku merasa malas untuk bersekolah.Aku tidak ingin bertemu Dion.Aku benar-benar muak untuk melihat wajahnya setelah apa yang telah ia lakukan padaku kemarin.Namun akhirnya aku putuskan tetap harus bersekolah,aku tak ingin ayah dan ibuku mencurigai sikapku.
            Tidak seperti biasanya,pagi ini aku berangkat ke sekolah diantarkan kak Gilang.Sesampainya di sekolah,aku segera masuk ke kelas.Aleya merasa heran dengan sikapku.Namun,aku tetap bersikap biasa padanya,aku tak ingin dia tahu tentang kejadian kemarin.
            Bel istirahat berbunyi.Aku ingin menyendiri untuk menenangkan pikiranku sejenak.Akhirnya aku putuskan untuk ke perpustakaan di lantai atas.Ruangan Perpustakaan amat sunyi,hanya ada dua penjaga perpus yang menungguinya.Tak terlihat satu siswapun di sana.
            Ku langkahkan kakiku ke sudut ruangan itu.Kulayangkan pandanganku ke halaman tengah melalui sebuah jendela yang tepat ada di sampingku.Ku lihat segerombolan tim basket sedang bertanding.Namun,aku tak melihat Dion di sana.Biasanya dia ikut bertanding.Ke mana dia.Oh..my goood ..Mengapa aku masih memikirkannya.
            Frisca...!!
            Suara itu membangunkan aku dari lamunanku.Namun,aku tak merasa asing dengan suara itu.Ku alihkan pandanganku ke arah datangnya suara.Spontan aku terkejut,sesosok Dion telah berdiri di hadapanku dan meraih tanganku.
            “Lepaskan aku!”
            Aku berusaha menepis pergelangan tanganku yang diraih Dion.Jari-jari kekar Dion tetap mencengkeram.Aku merasa tak bisa lepas dari cengkeramannya,aku memilih menunduk,aku tak ingin menatap ke wajah Dion lagi.
            “Aku nggak akan lepasin tangan ini,jika kamu gak mau dengerin penjelasanku.”
            “Maksud kamu? penjelasan apa? yang perlu kamu tahu,kalau sekarang aku sudah benar-benar membencimu.”aku menjawab dengan cuek.
            “Kamu boleh membenciku,namun yang perlu kamu tahu kalau aku...”
            “kalau kamu apa..? maenin perasaanku..”
            “Kalau aku masih sayang kamu..aku masih mencintaimu.”Dion menjawab dengan nada lirih dan lembut.
            Di saat itu juga,aku meneteskan air mata di hadapannya.Aku bingung,mengapa aku jadi seperti ini.Apakah aku masih mencintainya.Aku tak dapat membohongi perasaanku.Apakah ini takdir tuhan yang menyatukan aku dengannya kembali.
            “Hatiku tak bisa menerima saat aku harus jauh dari kamu....Ku sadari kalau aku telah meninggalkanmu..bidadari kecilku.Aku memang salah Ca..Maafkan aku.!Akupun tak bisa menerima kenyataan kalau saat itu aku melihat Andre memegang tanganmu.Hatiku benar-benar cemburu..Maafkan aku yang pernah menyakitimu Ca..!!Jauh di dasar Hatiku..engkau masih kekasihku..Selama ini  aku meenantimu..karena aku masih mencintaimu seperti yang dulu.”
            Tetesan air mataku semakin berderai.Ternyata selama ini dugaanku salah,Dion tak pernah melupakanku.Dia masih mencintaiku layaknya aku yang masih mencintainya.Kejadian yang kemarin merupakan luapan emosinya,karena ia cemburu melihat kak Anre memegang tanganku.Dion mengusap air mata di pipiku dengan sentuhan yang begitu lembut.Membuatku merasa nyaman ada di sampingnya.Perlahan,aku menatap wajahnya.Dion memberi senyuman untukku.
            “Ku mohon,terima aku kembali sebagai kekasihmu!Kusadari ku tak bisa hidup tanpamu ..”ucap Dion sambil menatap kedua bola mataku.
            Aku merasa hatiku penuh bunga yang bermekaran.Aku sadar,ini bukan rasa kasihan karena Dion telah meminta maaf padaku,tetapi ini betul-betul rasa cinta.Aku menyunggingkan senyum pada Dion.
            “Jujur..akupun tak dapat membohongi perasaanku..Akupun tak bisa hidup tanpamu”.ucapku lirih dengan menyunggingkan senyum padanya.
            Dion memeluk erat tubuhku.Siang itu terlewati dengan tembang manis di hatiku dan di hati Dion.Aku  merasa menemukan malaikatku kembali yang siap menemani hari-hariku,menuntunku di setiap langkahku.Inilah AKHIR PENANTIANKU.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

di jaga ya malaikatmu itu. .
biar bisa menemani setiap hari harimu dan menuntunmu di setiap langkahmu :)
dia akan selalu sayank kamu kok . .
percaya dah . :)

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates