Akhir Penantian
Matahari malu-malu untuk menunjukkan senyumnya.Mungkin ia
lebih senang bersembunyi di balik gumpalan awan hitam.Sementara hembusan angin
musim hujan menghempas dedaunan basah dari ranting-ranting pohon hingga
beberapa di antaranya menerpa tanah.Bunyi gemerisik hembus angin yang kuat
seolah tidak mampu meramaikan suasana sunyi di hatiku kini.Pohon-pohon yang
tertiup angin hanya bergoyang dan melambai tanpa makna.Rintik hujan pagi itu
membuat suasana hatiku menjadi terasa lebih dingin dan tidak pernah ku tahu
akhir penantianku.
Kulayangkan
pandanganku menyusuri semua hal yang baru yang ada di sekelilingku.Rumah
baru,lingkungan baru,dan semuanya terlihat menyenangkan.Kutarik nafas
panjang-panjang untuk memenuhi paru-paruku yang seakan langsung jatuh cinta
pada segarnya udara baru di sekitarku ini.Inilah rumah baru kediaman
keluargaku,kawasan dengan pemandangan yang sangat indah dan udara yang luar
biasa segar.
Frisca,,,!!!!
Terdengar suara
yang memanggilku dari ruang tengah,membangunkanku dari lamunanku. Aku berlari
menuju ruang tengah,menghampiri mama. Ku lihat ia sedang menata barang-barang
yang tesimpan dalam kardus.Aku alihkan pandanganku ke sekeliling ruangan
tengah.Rumahku terlihat sangat berantakan,tak ada satupun barang yang tertata
rapi.Pantas saja,karena aku baru saja pindah rumah dari kota Jakarta .Kini aku
tinggal dikota hujan “Bogor”.Di sebuah rumah yang tak terlalu mewah,namun aku
merasa nyaman di sini.Jauh dari keramaian kota,jauh dari hiruk pikuk
kepenatan,dan yang terpenting dalam hidupku,aku ingin melupakan semua kenangan
tentang dia..DION.
“Hey,,ca !! ngapain lo di situ ??? bukannya bantuin,,tapi malah bengong”,Seru kakakku
dengan mata melotot.
“Hmm..males ah kak
!! pengen bobok aja !!”,sahutku mengeluh
Kak
Gilang menatapku dengan wajah ganasnya.Mungkin dia sudah terlalu lelah.
“Ca,,kamu bantuin
kakakmu ya,,mama mau bersihin
kamar ayah”,ujar ibuku.
Aku
mengangguk.Tak ayal aku kan menolak perintah mama.Segera aku mengambil sapu di
sudut ruang tengah.Sepintas ku lihat wajah kakakku terlihat senang.Mungkin ini
yang dia harapkan.Melihat adiknya kerepotan.huft.
“Haha...syukurin..!!,sekarang dapet
kerjaan dari ibu juga kan lo..!!” ,ujar kakakku meledek.
“Huft..males
banget..!!!”, ujarku.
“Ehm,,lo
jangan males terus ca.!!Inget,,bentar lagi lo kan SMU.Tanggung jawab lo ama
seragam putih abu-abu lo.” Ujar kakakku seraya menasihati aku.
“Bener
gag sih kak ,,masa-masa SMU itu masa yang paling indah ?” tanyaku penasaran
“Ea,,tergantung..tergantung
lo ngejalaninnya..”jawab kakakku cuek
Di
dalam benakku,tersirat berjuta rasa penasaran.Ingin rasanya aku menikmati
masa-masa SMU.Bertemu dengan kawan-kawan
baru.Namun,sekejap pula aku teringat “Cindy” sahabatku yang tinggal di Jakarta.Hah…berat rasanya
meninggalkan dia.Kami sudah sangat sering melakukan banyak hal
bersama,bahagia,tertawa,bercanda,bahkan menangis bersama.Yah..mau gimana
lagi.Ayah pindah kerja di Bogor,jadi mami,aku,dan kak Gilang harus ikut pindah
ke rumah ini.
“drrrt..drrrrtt”
Hpku
bergetar,,tanda ada inbox di hpku.
Ku
lihat layar LCD hpku,,,
Message from:Cindy
“hay ca..!! ap kbar lo ??? gmn rmah baru di
bogor ???
Wajah cemberutku
telah berubah menjadi wajah yang penuh dengan senyuman setelah membaca pesan
dari sahabatku.Segera ku letakkan
sapu yang ada di genggamanku.Ku berlari ke lantai atas menuju kamarku.Aku ingin
segera membalas pesan dari sahabatku.
“Hey,,Lo
mau kemana ??? bersihin dulu ni lantai !!!”teriak kakakku
Dari
kejauhan,aku menjawab
“Mau
ke kamar...ngantuk..!!dada...hhehehe..”
Aku
berlari menuju ke kamar tanpa mempedulikan teriakan kakakku yang tak rela aku
meninggalkannya membersihkan ruang tengah tanpa aku.Dari kejauhan,ku lihat dia
masih membersihkan ruang tengah.dia sunguh rajin.Di balik ketampanan dan
kekharismanya.Tak ayal,banyak wanita yang rela antre untuk menjadi kekasihnya.
Brukkk...
Ku
hempaskan tubuhku di ranjang bersprei warna pink.Ku mulai mengetik tombol di
hpku seraya akan membalas pesan dari Cindy.
To:Cindy
“hay
jg,,!!Kabar gue baek,,lo gmn ?? di sini nyenengin
banged cin,,gue happy d sni..ea wlaupun sring ujan,,^_^
5 menit kemudian
Drrrt…drrtt
Hpq kembali bergetar.Ku pastikan itu
pesan dari cindy.Ku lihat layar hpq.Ternyata dugaanku benar.
Message
from:Cindy
“ea..syukur
deh,,gue jg baek,,Inget janji kita ea,,,Best Friend Forever !!!
Wajahku kembali menampakkan
senyuman.Aku senang tak terbayang.Walaupun ragaku dan dia kini terpisah jauh
,namun ia masih selalu ada di sampingku.Semoga tuhan mempertemukan kita kembali
kelak di kemudian waktu.
Tok..tok..tok..
Suara ketukan pintu dari luar
kamarku.Ku tersentak dan ku terbangun dari kasurku.Ku buka pintu perlahan dan
kudapati mamaku dengan pakaian rapi.Ia tampak seperti Monalisa dengan paras
ayunya.
“Frisca..jangan lupa nanti temani ibu
berkunjung ke tetangga sebelah ya !” seru ibuku.
“iya mom..!” jawabku dengan riang.
Saat ini hal yang benar-benar belum
kuketahui adalah para tetanggaku,bagaimana rupa mereka,dan bagaimana
sifatnya.Satu hal,aku ingin memiliki tetangga yang ramah dan bersahabat.
“Perkenalkan,kami keluarga baru yang
tinggal di rumah depan,”ucap mamaku memperkenalkan diri pada
ibu muda yang rumahnya kami kunjungi.
Ia mempersilahkan kami
masuk bahkan menjamu kami dengan sangat baik.Rumahnya tertata dengan sangat
apik sekali,sama sekali tidak terlihat ada hal yang tidak bagus pada
rumahnya.Oh ya,ini adalah rumah ke-7 yang sudah kami kunjungi hari ini,dan aku
harap ini rumah terakhir yang ingin mama kunjungi.Sebab kalau aku
mengikuti antusiasme mamaku,sepertinya kami baru akan berhenti setelah seluruh rumah di sekitar
sini sudah kami kunjungi.
***
Keesokan harinya aku bangun
kesiangan.Oh..no.Aku lupa menghidupkan jam bekerku.Hari ini hari
pendaftaranku di SMA 12 Bogor.Namun,sayang
aku tak dapat ikut mendaftar.Pagi ini,mamaku pergi di temani kak
Gilang untuk mengurus pendaftaran di sekolahku yang baru.
Merasa bosan sendiri di rumah
kuputuskan untuk berjalan-jalan ke luar sebentar.Dengan berpakaian sesantai
mungkin,aku melenggang menyusuri jalan yang kupilih secara asal saja.Tidak
berapa lama,jalan yang kupilih ini berujung pada sebuah lapangan basket yang
saat ini tengah dirayapi kerumunan.Ketika aku mendongak,aku melihat sebuah
spanduk besar bertuliskan”Tournament Basket
Ball”dilekatkan pada gapura di muka
lapangan.Merasa tertarik,kuputuskan untuk melihat-lihat keramaian tersebut.
Setelah kuperhatikan beberapa
saat,belum satupun dari sekian banyak kerumunan yang ada,yang sudah
kukenal.Semuanya masih tampak begitu asing,aku pun tak mengenal satupun pemain
basket yang sedang bertanding di lapangan itu.Semua benar-benar pandangan
semu,namun itu tidak membuatku merasa kikuk.
Ketika aku sedang memperhatikan jalannya pertandingan,seseorang
menyapaku dengan sangat ramah.
“Hay,,???”sapanya
dengan senyum
Aku lantas mengalihkan pandanganku pada
arah datangnya suara.
“eh,,hay juga!!!”jawabku dengan
sedikit kikuk karena disapa begitu ramah.
Ternyata orang
yang menyapaku ini seumuran denganku.Seulas senyum turut menghiasi wajahnya
ketika ia menyapaku.Dia tampak begitu ramah.Dia menjulurkan tangan kanannya dan
seraya ingin bersalaman denganku.
“Kenalin aku Aleya,,,kamu
orang baru iya di sini ?” tanyanya padaku
“iya,,aku baru saja pindah dari Jakarta,,kenalkan
juga namaku Frisca..”jawabku dengan memberi seulas senyuman padanya dan membalas uluran tangannya.
Begitu aku mengenalinya,aku langsung
mendekatinya dengan perasaan lega karena akhirnya aku merasa memiliki seseorang
di tengah keramaian ini.
Kamipun berbagi cerita
bersama.Hingga akhirnya kami semakin
akrab dan akhirnya kami bersahabat.Setelah pertandingan usai,Kami pulang bersama, menyusuri jalan yang sama
pula.Pantas saja,karena rumahku dan Aleya bersebelahan.
Sore itu terlewati dengan tembang
manis di hatiku dan di hati Aleya.Akhirnya aku menemukan sahabat baru di
sini.namun,itu tak membuatku akan
melupakan Cindy.Cindy tetaplah menjadi Sahabat yang terbaik dalam hidupku.Karna
bagiku,sahabat sejati akan selalu ada di saat kita suka maupun duka.Tak
jarang-jarang aku mengirim pesan via sms dan facebook untuk menanyakan kabar dirinya dan berbagi cerita dengannya.
***
Telepon di rumahku berdering.Aku yang
sedang membersihkan kamar segera berlari ke luar.Namun,sewaktu aku hendak ke
ruang tengah,ternyata aku melihat papa tengah bercakap-cakap di
telepon.Terpaksa aku kembali masuk ke kamarku,akan tetapi.
“Ca,ada telepon buat
kamu!”ujar papa menahan langkahku.
Ku dekati ayah,dan mengambil
ganggang telepon di atas meja berwarna merah.Aku tak tahu siapa yang
meneleponku,mungkinkah Aleya ??
“Hallo!Selamat pagi….”,ujarku.
“Eh,Frisca kan ???”terdengar suara
manja di seberang sana.
Aku sedikit mengerutkan kening
karena tak begitu hafal dengan suara manja itu.
”Iya..ini siapa ?”tanyaku heran.
“Ah,,lo gimana sih ? Ini Aleya ..”
“Oh,Aleya..!hehe sorry…!Ada apa ley
??? kok tumben telepon ?”tanyaku agak gembira.
“Ehm,,ntar sore ada pesta ultah temen gue.Lo
ikut gue ya ,,gue mau
kenalin lo ke dia..rumahnya di depan rumah lo..”
“what ??? gue malu ley “
“Udah deh,, lo ikut iya
??”pliss!!”sahut aleya setengah menggoda.
“oke dech..ya ya ya..!”aku menutup
horn telepon pada tempatnya.
Aku melihat kearah luar lewat sebuah
jendela.Dan ku lihat rumah yang tampak mewah di depan rumahku.Rumah itu adalah
rumah yang pernah aku dan mama kunjungi paling terakhir.Mungkinkah rumah itu
yang dimaksud Aleya.
Akhirnya sore itu
aku datang juga menghadiri pesta.Tante itu sendiri
yang membukakan pintu dan mempersilahkanku masuk dengan sopan.Sepintas
aku tidak melihat keramaian apapun di rumah besar itu,sampai ia mengajakku ke
bagian belakang rumahnya.Di sana ada kebun yang sangat luas,yang kini lengkap
sudah dengan seluruh pernak-pernik pesta yang membuatnya tampak lebih semarak.
Setelah
mengantarkanku pada keramaian pesta, tante itu menarik diri untuk menyambut
tamunya yang lain.Setelah aku ditinggal sendirian baru kusadari kalau aku
ternyata belum menanyakan tentang
anaknya yang saat ini berulang tahun,ditambah lagi tidak seorangpun yang hadir
di pesta ini yang sudah kukenal. Kalau begini jadinya bagaimana aku bisa mengucapkan
selamat ulang tahun padanya. Berulang kali ku mencoba menghubungi ponsel
Aleya,namun tidak ada jawaban.Aku semakin bingung,apa yang harus aku lakukan di
tempat ini.
Di tengah rasa
kesendirianku yang tiba-tiba di pesta
itu,sekilas kudengar seseorang memanggil namaku.
“Frisca...Frisca...sini!”teriak
seorang anak perempuan seraya melambaikan tangannya padaku.Wajahnya tampak
familiar.Dari suaranya aku mengenalinya,dia adalah Aleya.
Aku langsung
mendekatinya dengan perasaan lega karena akhirnya aku merasa memiliki seseorang
di tengah keramaian ini.
“Hey Ley!”Ke mana
aja sih lo?”Sapaku ketika sudah menghampirinya.
“Hey juga Frisca,sorry
ya gue telat!”eh,elo manis banged.”balasnya sambil tersenyum melihatku.”
“Thanks...”ucapku
agak tersipu.
“Oh ya,lo udah
kenal sama Kak Andre belum ?”tanyanya.
“Kak Andre..kalau
yang lo maksud Kak Andre itu adalah anak yang saat ini sedang ultah,terus
terang gue belum tahu yang mana orangnya.”jawabku sedikit malu,mungkin hanya
aku di sini yaang menghadiri pesta ini tanpa mengetahui siapa yang
merayakannya.
“Kebetulan kalau
begitu.Itu kak Andre,ayo lo bakal gue kenalin ke dia,”ucap Aleya seraya menarik
lenganku ke arah seseorang.
“Hey Kak,coba
lihat kemari sebentar!Aku ingin memperkenalkan seseorang ke Kakak,”ucap Aleya
seraya menepuk bahu seseorang.Kemudian anak yang dipanggil Kak Andre
memalingkan wajahnya ke arah kami.
Dengan perasaan
yang sangat senang karena aku dapat memiliki teman baru.Aku lantas mengulurkan
tanganku kepadanya.Ia pun membalas uluran tanganku dan memandangku dengan ke
dua bola matanya yang berwarna coklat.Ia menanyakan siapa aku dan akhirnya kami
saling mengenal.Rupanya Kak Andre adalah siswa di SMU 12 Bogor.Tempat di mana
nantinya,aku akan bersekolah.Kini,Kak Andre duduk di bangku kelas 2 SMU.
Aleya kemudian
menceritakan banyak hal tentang aku pada Kak Andre.Dan tatapan mata Kak Andre
tidak lepas dari wajahku.Ia selalu memperhatikanku.Beberapa kali pandangannya
bertemu dengan pandanganku,kamipun tersipu malu.
***
Hari ini cuaca
cerah sekali.Hari ini hari pertama aku mengikuti MOS (Masa Orientasi Siswa) di
sekolah baruku SMU 12 Bogor.Aku dan Aleya berangkat ke sekolah bersama menaiki
Angkot.Setibanya di sekolah,lagi-lagi aku merasakan semua tampak begitu
asing.Belum satupun dari sekian banyak siswa yang ada,yang sudah kukenal.
Orang bilang,masa SMU adalah masa yang paling
indah.Masa di mana seseorang remaja mencari jati dirinya.Bagi kaum cewek,masa
itu adalah masa di mana seseoramg remaja mencari cinta sejati,cinta yang
berusaha untuk memberi tanpa ingin meminta,menyayangi tanpa ingin menyakiti,dan
mencintai tanpa ingin menguasai.
Aleya tersenyum
membaca tulisan tanganku yang ia ambil dari ranselku.
“Ini bener hasil
pikiran elo sendiri Ca ?”Aleya menyelidik,aku mengangguk mantap.
“Ya iyalah
ley..masa’ ya iya dong !”Masa sih gue jiplak punya elo.Elo mana bisa buat
kata-kata romantis seperti ini.
“Ehm..ngomong-ngomong
lo pengen punya pacar kayak siapa sih Ca?”
Belum sempat,aku
mengatakan sepatah kata pada Aleya.Tiba-tiba Bel tanda masuk berbunyi.Aleya
adalah sahabatku,namun ia tak pernah tahu tentang asmaraku.Akupun tidak pernah
menceritakan tentang asmaraku padanya.Suatu saat,dia pasti akan tahu,bahwa
selama ini aku menginginkan kekasih sepeti sosok seorang Dion.”my first love”..Aku
masih berharap kelak ia dapat menjadi kekasihku.Ku memang pernah mencoba untuk melupakannya,namun
aku tak pernah bisa.
Di halaman tengah
yang luas dan dengan pemandangan yang tampak begitu indah.Para senior telah
berbaris rapi,begitu pula aku dan junior lainnya.Kini saatnya para senior menjalankan
tugasnya untuk mengorientasi para juniornya.
Dari kejauhan aku
melihat seorang senior,dia Kak Andre.Ia terlihat sangat tampan dengan postur
tubuhnya yang tinggi.Namun,tiba-tiba tatapan mataku tak dapat lepas dari sosok
seseorang yang wajahnya tak asing lagi di mataku.Setelah beberapa lama aku
memandanginya dari kejauhan.Wajahnya benar-benar familiar di mataku. Ku
bertanya-tanya dalam hatiku .Apakah dia Dion ?”Oh..my God..jika memang benar
dia Dion,mengapa Tuhan mempertemukan aku dengan dia kembali ?.Aku takut kelak
rasa cintaku ini bersemi lagi untuknya.Aku takut untuk mencintainya.Namun,aku
tak bisa mengelak bahwa aku terlalu mencintainya.”
Pandanganku menerawang,Aleya
jadi bingung sendiri.Ia melambaikan tangannya tepat di wajahku.Akupun terkejut
dan bangun dari lamunanku.
“Hey... ca!”Lo
ngelamun ya ?” Aleya heran melihatku.
“Hmm..gak kok.”Aku
menggeleng.”Gue tadi Cuma....”Aku sengaja membohongi Aleya.Namun sampai kapan
aku harus menyimpan ini semua.Suatu saat,pasti aku akan menceritakan hal ini
pada Aleya.
“Cuma apa
?Kayaknya ada yang lo tutupin dari gue.Kenapa lo gak terbuka aja sih ?Inget
Ca..kita ini sahabatan ..kita gak boleh tertutup kayak gini..kita harus saling
terbuka satu sama lain..”Aleya berkata sambil menyunggingkan senyum.
“Iya Ley..!!”gue
bakal ceritain ini semua ke lo.Ntar malem lo nginep di rumah gue ya ..”Aku
berkata sambil menyunggingkan senyum pula pada Aleya
“Okey..!!”aleya
terlihat girang.
“Hey..kalian
berdua ngapain di situ ?”terdengar suara di belakang aku dan Aleya.
Aku dan Aleya
memutar badan ke arah datangnya suara.Begitu aku memalingkan wajahku ke
arahnya,spontan aku terkejut.Rupanya seseorang yang memanggilku itu,adalah
Dion.Jantungku berdegup begitu cepat dan keras saat ia ada di dekatku.Oh..my
good!.Dia tak banyak berubah,masih seperti dulu.Ia masih terlihat jaim (jaga
image) namun hal itu yang membuatku tak bisa melupakannya.Saat dia
menatapku,rupanya ia sama sekali tak mengingatku.Mungkinkah dia hanya berpura-pura
tak mengenalku.
“Eh..kalian
ngapain bengong ?”gertaknya padaku dan Aleya.
“Maaf
kak..”jawabku dengan Aleya bersamaan.
“Kalian ini bego
ya ?Lihat itu teman-teman kalian.Mereka udah mungutin sampah di taman belakang
dari tadi.Kalian malah asyik-asyikan ngobrol di sini.”Ia berkata seraya
menghardik.
“Ampun kak..Maafkan
kita kak..Kita janji gak akan ngulangi kesalahan ini lagi”jawabku dan Aleya
“ya udah..cepat
kalian ke taman belakang sana!”dia berkata acuh.
Aku tak bisa
mengelak.Peraturan selama MOS ini,Semua perkataan senior adalah kewajiban yang
harus dijalankan junior.Aku hanya bisa menuruti semua perkataan senior.Aku dan
Aleya berjalan menuju taman.Dalam hatiku,aku masih bertanya-tanya.Mengapa ia
tak mengenaliku ? akankah dia telah melupakanku ?
***
Teet..teet..teet...
Bel tanda pulang
berbunyi.Hore...rasanya seperti kembali masuk surga.Setelah berjam-jam aku
merasakan hidup di neraka.yah..inilah MOS.Bagaikan di kurung dalam
neraka.Mungkin lebih baik dikurung dalam kandang daripada harus dikurung dalam
neraka.
Huff..aku
menghempaskan tubuhku di atas kasur kesayanganku.Hari ini aku lelah sekali.Aku
masih memikirkan Dion.Entah mengapa hal itu mengganggu pikiranku sekarang.Aku
jadi tidak mengantuk padahal tadi aku merasa lelah sekali.Aku jadi
ragu-ragu.Apa benar di telah melupakanku.Tapi semakin aku memikirkannya aku
malah jadi semakin pusing.
Malam itu
juga,Aleya menepati janjinya untuk bermalam di rumaku.Seperti biasa,langsung
aja ia nyelonong masuk ke kamarku dan apa yang dilihatnya di kamar tuh
betul-betul membuatnya keheranan.
Siapakah “jiwa ini” ? Bersenandung dalam lagu bisu ?
Bersyair dalam sajak semu ?
Siapakah “raga ini” ?
Menari dalam kebekuan..Berjalan dalam kelumpuhan
Siapakah “hati ini” ?
Mencintai apa yang telah pergi
Siapakah “diri ini” ?
Menyesal dalam ketidakberdayaan..Menangisi
ketidakadilan
Siapa....siapa....?
Aleya tersenyum
membaca sajak puisi yang aku tempelkan di dinding kamarku.Ia heran menatapku.
”Sebenernya,lo
kenapa sih Ca ?”tanya Aleya dengan penuh penasaran
Akupun tak bisa
mengelak,kini ku harus menceritakan semua tentang Dion kepada Aleya.Sambil
merebahkan tubuhku di atas ranjang.Aku mulai bercerita kepada Aleya.
“hmm..lo percaya
enggak sama cinta pertama ?”
“iya..percaya
sih.!cinta pertama emang sulit banget buat di lupain”emang siapa sih cinta
pertama lo ?”tanya Aleya penuh penasaran.
“Dion..!”aku
menjawab dengan nada lirih.
“What ? Senior
kita yang super jaim itu ?kok bisa sih ca ?”
“Semua berawal
waktu gue duduk di bangku kelas 2 smp.Gue belum pernah ngerasain namanya jatuh
cinta.Gue sendiri juga bingung,apa arti sebuah cinta ?.Awalnya,gue Cuma ngefans
Dion,tapi tiba-tiba semua berubah jadi rasa sayang.”
“Dion adalah
senior yang cukup terkenal sewaktu ia masih duduk di bangku kelas 3 SMP.Banyak
cewek-cewek yang berharap menjadi kekasihnya.Jujur saja,gue gak bisa memungkiri
sejuta pesona hadir dalam dirinya.Gue ngerasa melambung jauh,saat gue menatap
wajahnya.Merasa damai dan tentram jika menatap wajahnya.Dan bertemu dengannya
di sekolah adalah kesalahan yang terindah.Sangat indah.Tapi,bahkan,kami belum
saling mengenal.Is That Love ?
“Gue gak nyangka
bakal satu organisasi bareng dia di OSIS pas gue SMP.Gue tukeran nomer Hp sama
Dion.Sejak saat itu,gue sering SMS-an sama Dion.Dion teman yang sangat
menyenangkan.Selalu ada aja joke-joke
segar yang dia kirim ke HP gue.Perkenalanku dengan Dion merupakan kebahagiaan
tersendiri yang sangat istimewa dalam hidupku.”
“Gue juga gak
nyangka,Dion bakal ngasih harapan cinta yang besar ke gue.Diam-diam gue mulai
suka sama si Dion.Kita sering jalan bareng,walaupun di antara kita gak ada
status hubungan yang spesial.”
“Pas mau
ngedeketin kelulusan.Gue bener-bener gak nyangka.Ini di luar dugaan gue.Dion
nyatain cintanya ke gue.Di saat itu gue nangis,ternyata selama ini dia
ngerasain apa yang gue rasain.Belum sempet gue nerima dia,dia udah menghilang
entah ke mana.Nomer Hpnya juga udah gak aktif.Itu yang gue sesali kenapa dia
ngasih harapan yang besar ke gue.Sedangkan dia dengan semudah itu ninggalin
gue.Sejak kejadian itu,gue jadi anak yang pemurung ‘n suka ngelamun.Gue
bener-bener ngerasa ada jiwa yang hilang dalam hidup gue.Tiap inget kejadian
itu,gue ngerasa pengen nangis.”
“Lo gak perlu
nyesalin ini semua Ca,!Lo harus bangkit,lo tunjukin ke dia ,kalau lo bisa tanpa
dia !Semangat donk Ca...!!!”ujar Aleya memberi semangat padaku.
“Tapi..gue gak
pernah bisa bohongin perasaan gue Ley..kalau gue terlalu mencintai dia ..”
“Gue ngerti
perasaan lo..Sekarang lo harus mikir masa depan ,,jangan selalu terpaku dengan
masa lalu..jalani hidup ini dengan senyuman Ca..”
“Thanks ya Ley..Lo
buat gue makin semangat ngejalani hidup ini..”ujarku sambil menyunggingkan
senyum pada Aleya
“U are my best
friend”..sahut Aleya
“Best friend are
forever..!!”jawabku riang .
***
Tiga hari
kemudian...
MOS
(Masa Orientasi Siswa) di SMU 12 Bogor telah usai.Kini aku sepenuhnya menjadi
siswa SMU dengan seragam putih abu-abu.Akankah cinta sejati akan ku temukan di
masa-masa ini.Semoga saja aku dapat menemukan orang yang lebih baik dari Dion.Gumamku
dalam hati.
Saat
bel pulang berbunyi.Aleya mengajakku pulang bersamanya,namun aku menolak.Aku
masih ingin tetap di sekolah.Akhirnya,Aleya membiarkan aku tetap di Sekolah.
Merasa
kesepian,aku beranjak dari kelasku.Aku membiarkan langkahku ini menyusuri
setiap sudut di Sekolah.Hingga akhirnya aku tepat berada di Lapangan basket.Lapangan
ini cukup luas,lebih luas dibandingkan dengan lapangan Basket di kompleks
rumahku dengan fasilitas yang memadai.Hanya ada satu yang kurang,tak adaorang
lain yaang bisa aku ajak bertanding.Karena itu aku putuskan untuk bermain
sendiri.
Setelah
satu jam bermain,matahari bersinar semakin terik.Badanku terasa semakin
panas.Karena itu aku putuskan untuk berhenti.Aku cari tempat paling teduh untuk
beristirahat sejenak.Aku ambil air mineral di ranselku dan meminumnya.Saat ku
meneguk air itu.
Tiba-tiba
pandanganku menangkap sosok yang telah kukenal.Secara spontan,aku menyemburkan
air yang ada di mulutku tepat di wajah seseorang yang kini ada di
hadapanku.Betapa terkejutnya diriku,ketika yang ada di hadapanku adalah Kak
Andre.Spontan,aku membersihkan pakaiannya dengan sapu tangan kesayangan yang
aku miliki.
“Maaf
kak..aku benar-benar gak sengaja..”ujarku sambil membersihkan bajunya dengan
sapu tanganku.
“Gak
apa-apa kok Ca..sini kakak aja yang bersihin baju ini.” jawabnya sambil
memegang tangan kananku.Dia memperhatikanku dengan tatapan yang begitu
mempesona.
Merasa
ada yang memperhatikanku,aku melepas tanganku dari genggaman tangan Kak
Andre.Akupun kembali tersipu malu di buatnya.
“Heh
cewek!!!sudah selesai belum.Kalau sudah lekas pulang sana kami mau pakai tempat
ini,”hardik Dion padaku.
“Hah!!!Apa
lo bilang ? memangnya kenapa kalau gue masih ingin di sini hah ?” tandasku
balik.Aku jadi kesal dibentak seperti itu.
“Kehadiranlo
mengganggu tahu.Tempat ini sudah cukup sempit tanpa kehadiranlo,jadi sebaiknya
kalau lo udah gak ada keperluan lekas pergi dari sini!” jawabnya kesal melihat
penolakanku.Entah mengapa aku merasa dia benar-benar benci melihatku ada di
sekitarnya.
“Huh..gak
mau.Tempat ini kan cukup luas untuk kita semua.Jangan pikir gue mau nurut
ucapanlo,kalau menurutlo tempat ini memang sempit lo aja yang pidah ke tempat
lain,”bantahku kesal.Padahal tadi aku memang ingin pergi tapi karena ia
membentakku aku jadi ingin membalasnya.,aku ingin membuatnya marah.Mangkanya
aku putuskan untuk tetap di sini.
“Sesukalolah!!”
balasnya acuh.
Saat
itu aku benar-benar meragukan ketulusan hatinya ketika aku dengannya masih
dekat di SMP dahulu,aku menyesal karena telah jatuh cinta padanya,bahkan sampai
saat ini.Tapi tak bisa aku pungkiri kalau kehadirannya memang sangat
mempengaruhiku.Sampai saat ini pun aku masih percaya kalau sebenarnya dia
baik,tapi entah mengapa jadi dingin begini.Tapi untuk sementara pikiran kesal
itu terbayar,karena saat ini aku merasa senang bisa melihat Dion di hadapanku
lagi.Secara tidak sadar aku menjadi lebih memperhatikannya.Rupanya Dion adalah
kapten basket di sekolahku.Dion sedikit lebih tinggi dariku ,dengan kulit yang
juga lebih putih.Dia tak bisa dibilang tampan,tapi setiap gerakannya sangat
menarik,masih sama seperti di SMP dahulu.Beberapa kali aku tertangkap mata memperhatikan gerak-geriknya,dan sepertinya
ia merasa terganggu.
Sudah
hampir 90 menit mereka serius dengan latihannya.Kini wajah dan tubuh sudah
basah oleh peluh dan keringat.Kulihat Kak Andre dan teman-teman lainnya nampak
kelelahan,sedangkan Dion,ia hanya marah-marah saja kerjaannya.Sepertinya Dion
bertindak sebagai pelatih,tapi selain marah-marah dia tidak melakukan hal yang
lain.Nampaknya semua yang dikerjakan teman-temannya sama sekali tidak benar.Ada
saja kesalahan yang bisa ia kritik.Dan tidak tanggung-tanggung,kritikan pedas
yang ia lontarkan sudah melebihi batas kesabaranku.Aku tidak mampu lagi diam
mendengar semua ocehannya terhadap yang lain.
“Heh
Dion !!! Lo jangan keterlaluan.Apa lo gak liat mereka udah latihan
abis-abisan.Cuaca udah cukup panas gak usah lo tambahin lagi dengan
ocehanlo.”teriakku kesal menuruti kemarahanku.Dion nampak sangat terkejut
mendengar perkataanku.Ia langsung mengalihkan perhatiannya padaku dan balik
memarahiku.
“Hey,
lo pikir siapa lo berani banged ngritik gue kaya’ gitu ?”tandasnya.”Lo gak usah
cerewet deh ‘n gak usah ikut campur ,lo itu bukan siapa-siapa disini,Lo Cuma
anak kecil yang gak tau apa-apa.Lo nyadar gak sih,kalau lo itu mengganggu
konsentrasi gue latihan.”ucapnya gusar.
Ucapannya
benar-benar membuatku kesal.
“Lo
sendiri apa yang lo bisa ?Lo hanya anak bermulut besar yang arogan.Sejak tadi
gue lihat sedikit pun lo gak bermain.Kerjaanlo hanya mengkritik ini,mengkritik
itu.Tunjukin dulu permainanlo baru ngomong!”Entah bagaimana kata-kata itu
keluar dari mulutku.Sesaat itu kulihat untuk pertama kalinya tatapan Dion
benar-benar memusuhiku.Seakan-akan aku telah menyinggung hal yang paling
sensitif dari dirinya.Tapi aku sudah gak bisa menahan kata-kataku lagi.
“Oh
atau jangan-jangan lo sendiri sebenernya yang gak bis...”
Plakkkk...kali ini belum sempat aku menyelesaikan
kalimatku sebuah tamparan keras menghantam pipiku.Aku kaget,marah,malu,semua
bercampur menjadi satu.Aku bingung setengah mati atas apa yang sudah terjadi.Di
tengah kebingunganku,aku tersadar bahwa aku sudah berlari meninggalkan anak
jahat itu.seseorang yang pernah aku cinta.Aku menangis sejadinya sambil terus
berlari,aku berharap tidak seorangpun dari mereka yang melihat air mataku
ini,aku tidak ingin Dion menghinaku lagi dengan panggilan cengeng atau apapun
lagi lebih dari ini.Saat ini aku telah benar-benar membencinya.Sangat membencinya.
***
Keesokan
harinya,aku merasa malas untuk bersekolah.Aku tidak ingin bertemu Dion.Aku
benar-benar muak untuk melihat wajahnya setelah apa yang telah ia lakukan
padaku kemarin.Namun akhirnya aku putuskan tetap harus bersekolah,aku tak ingin
ayah dan ibuku mencurigai sikapku.
Tidak
seperti biasanya,pagi ini aku berangkat ke sekolah diantarkan kak
Gilang.Sesampainya di sekolah,aku segera masuk ke kelas.Aleya merasa heran
dengan sikapku.Namun,aku tetap bersikap biasa padanya,aku tak ingin dia tahu
tentang kejadian kemarin.
Bel
istirahat berbunyi.Aku ingin menyendiri untuk menenangkan pikiranku
sejenak.Akhirnya aku putuskan untuk ke perpustakaan di lantai atas.Ruangan
Perpustakaan amat sunyi,hanya ada dua penjaga perpus yang menungguinya.Tak
terlihat satu siswapun di sana.
Ku
langkahkan kakiku ke sudut ruangan itu.Kulayangkan pandanganku ke halaman
tengah melalui sebuah jendela yang tepat ada di sampingku.Ku lihat segerombolan
tim basket sedang bertanding.Namun,aku tak melihat Dion di sana.Biasanya dia
ikut bertanding.Ke mana dia.Oh..my goood ..Mengapa aku masih memikirkannya.
Frisca...!!
Suara
itu membangunkan aku dari lamunanku.Namun,aku tak merasa asing dengan suara
itu.Ku alihkan pandanganku ke arah datangnya suara.Spontan aku terkejut,sesosok
Dion telah berdiri di hadapanku dan meraih tanganku.
“Lepaskan
aku!”
Aku
berusaha menepis pergelangan tanganku yang diraih Dion.Jari-jari kekar Dion
tetap mencengkeram.Aku merasa tak bisa lepas dari cengkeramannya,aku memilih
menunduk,aku tak ingin menatap ke wajah Dion lagi.
“Aku
nggak akan lepasin tangan ini,jika kamu gak mau dengerin penjelasanku.”
“Maksud
kamu? penjelasan apa? yang perlu kamu tahu,kalau sekarang aku sudah benar-benar
membencimu.”aku menjawab dengan cuek.
“Kamu
boleh membenciku,namun yang perlu kamu tahu kalau aku...”
“kalau
kamu apa..? maenin perasaanku..”
“Kalau
aku masih sayang kamu..aku masih mencintaimu.”Dion menjawab dengan nada lirih
dan lembut.
Di
saat itu juga,aku meneteskan air mata di hadapannya.Aku bingung,mengapa aku
jadi seperti ini.Apakah aku masih mencintainya.Aku tak dapat membohongi
perasaanku.Apakah ini takdir tuhan yang menyatukan aku dengannya kembali.
“Hatiku
tak bisa menerima saat aku harus jauh dari kamu....Ku sadari kalau aku telah
meninggalkanmu..bidadari kecilku.Aku memang salah Ca..Maafkan aku.!Akupun tak
bisa menerima kenyataan kalau saat itu aku melihat Andre memegang tanganmu.Hatiku
benar-benar cemburu..Maafkan aku yang pernah menyakitimu Ca..!!Jauh di dasar
Hatiku..engkau masih kekasihku..Selama ini
aku meenantimu..karena aku masih mencintaimu seperti yang dulu.”
Tetesan
air mataku semakin berderai.Ternyata selama ini dugaanku salah,Dion tak pernah
melupakanku.Dia masih mencintaiku layaknya aku yang masih mencintainya.Kejadian
yang kemarin merupakan luapan emosinya,karena ia cemburu melihat kak Anre
memegang tanganku.Dion mengusap air mata di pipiku dengan sentuhan yang begitu
lembut.Membuatku merasa nyaman ada di sampingnya.Perlahan,aku menatap
wajahnya.Dion memberi senyuman untukku.
“Ku
mohon,terima aku kembali sebagai kekasihmu!Kusadari ku tak bisa hidup tanpamu
..”ucap Dion sambil menatap kedua bola mataku.
Aku
merasa hatiku penuh bunga yang bermekaran.Aku sadar,ini bukan rasa kasihan
karena Dion telah meminta maaf padaku,tetapi ini betul-betul rasa cinta.Aku
menyunggingkan senyum pada Dion.
“Jujur..akupun
tak dapat membohongi perasaanku..Akupun tak bisa hidup tanpamu”.ucapku lirih
dengan menyunggingkan senyum padanya.
Dion
memeluk erat tubuhku.Siang itu terlewati dengan tembang manis di hatiku dan di hati
Dion.Aku merasa menemukan malaikatku
kembali yang siap menemani hari-hariku,menuntunku di setiap langkahku.Inilah
AKHIR PENANTIANKU.